"Yah, yah, apakah seseorang bisa dihukum karena perbuatan yang tidak dikerjakannya", seorang anak bertanya pada ayahnya. Sang ayah yang saat itu sedang membaca koran, berhenti sejenak sembari mendekati si anak. "Tentu saja tidak nak, emangnya kenapa kamu bertanya begitu ?". Jawab si ayah dengan penuh kasih sayang. "Untunglah, yah. karena hari ini saya tidak mengerjakan PR". si anak menjelaskan. Sang ayah bengong "$%&^#(&#&*&*&)* )*)*)* #&***! )@)".
Itulah sepenggal humor yang sempat saya rekam, yang ditulis sahabat saya di situs jejaring sosial facebook.
Sengaja saya tulis humor di atas mengawali opini saya, sehubungan dengan polemik sangsi yang djatuhkan FIFA kepada kesebelasan Persikabo, terkait dengan pemutusan kontrak sepihak oleh Manajeman Persikabo saat itu, kepada salah seorang pemain asing, Ndjee Noah Bakeena, pada musim 2008-2009 lalu. FIFA menjatuhkan sangsi kepada Persikabo dengan kewajiban membayar denda dan melunasi kewajibannya kepada Bakeena, disamping itu juga Persikabo terkena sangsi pengurangan tiga point.
Mengenai sangsi harus membayar denda dan kewajiban pada Bakeena, sudah dituntaskan oleh manajemen Persikabo, seperti yang diungkapkan oleh Manager Persikabo Mas'an Djadjuli, yang juga dikuatkan oleh pihak PSSI. Kini yang tertinggal dan masih menjadi ganjalan adalah sangsi pengurangan tiga point, apakah tetap harus diterapkan sesuai dengan surat FIFA ? ataukah di anulir saja, sesuai dengan keputusan sidang exco beberapa waktu lalu ?
Terlepas dari polemik di atas, sebagai seorang supporter, saya berpendapat, bahwa penerapan sangsi pengurangan 3 point untuk Persikabo, seandainya jadi dilaksanakan akan mencedrai nilai-nilai sportivitas dan tidak memenuhi rasa keadilan, kenapa demikian ?.
Sepak bola adalah oleh raga yang terukur, prestasinya dinilai dari goal demi goal yang dihasilkan team di setiap pertandingan. Dengan demikian, berhasil atau tidaknya prestasi suatu team, sangat ditentukan oleh fakta dilapangan, bukan oleh hal yang sifatnya non teknis, seperi pengurangan poin misalnya. Fakta di lapangan sudah jelas menunjukan bahwa Persikabo memiliki prestasi yang lebih baik dibandingkan dengan PSMP. Pengingkaran terhadap fakta tersebut, telah mencedrai nilai sportivitas, yang dijunjung tinggi dalam oleh raga, terutama sepak bola.
Disamping itu, sangsi pengurangan 3 point pada team yang berlaga saat ini, juga telah mencedrai rasa keadilan. Seperti sepenggal kisah yang saya kemukakan di atas, team Persikabo saat ini sepertinya harus memikul sangsi atas perbuatan yang tidak dilakukannya. Bahwa Persikabo memiliki masalah dengan Bakeena, itu semua insan sepak bola sudah tahu, akan tetapi itu masalah antara Manajemen dengan Bakeena, tidak ada hubungannya dengan pemain saat ini. Lagi pula team sekarang sudah sangat jauh berbeda dengan team tahun lalu, hanya ada beberapa pemain saja yang berlaga tahun lalu, masih memperkuat team sekarang.
Dengan demikian menurut pendapat saya PSSI dalam kasus ini sudah membuat keputusan yang tepat dengan menganulir sangsi pengurangan 3 point yang dijatuhkan FIFA, yang keputusan diambil melalui sidang exco, beberapa waktu lalu.
Dengan adanya keputusan sidang exco tersebut, maka sudah tidak relevan lagi untuk berpolemik mengenai status Persikabo masuk ke delapan besar atau tidak. Sebagai pencinta Persikabo saya menghimbau kepada beberapa media yang masih mengungkit-ngungkit status Persikabo ini, untuk segera menghentikan polemik ini.
Selanjutnya kepada pihak yang merasa dirugikan dengan majunya Persikabo ke babak 8 besar, saya rasa sudah saatnya bersikap legowo dengan mempersilahkan team yang berprestasi lebih baik, maju ke babak berikutnya, biarlah nanti fakta di lapangan yang berbicara, apakah Persikabo mampu meneruskan langkahnya ke Liga Super atau tidak. Tidak elok rasanya, mengharapkan teamnya maju, tapi dengan dibantu oleh faktor non teknis.
Admin Kabomania.org
Admin Kabomania.org
persikabo yang dahulu dengan sekarang kan tetap saja persikabo yang sekarang. Artinya masih satu bendera..itulah yang dinamakan menegakan aturan bukan mencederai sportivitas. kenapa fifa menjatuhkan sanksi? karena tentunya manajemen persikabo tentunya tidak menjalankan sepenuhnya kewajiban yang ada di kontrak..marilah, kita berusaha menyukseskan kemajuan.bukan kita sendiri yang merusak
BalasHapushukuman ada karena ada pelanggaran,
BalasHapusuntuk itu walaupun sekarang sudah dilunasi oleh persikabo hukuman -3 point tetap harus dilakukan karena persikabo sudah melanggar aturan, kalo tidak mending PSSI ga usah iku anggota FIFA aja dech, Bravo Mojokerto Putra...Bravo FIFA
ahkk .
BalasHapusbacod bgd .
suap PSSI jja blagu lloe PERSIKEBO cacad .
bissa"an msuk 8 besar .
cacad dasar PERSIKEBO .
Manajemen Persikabo tahun lalu memang ada masalah dengan salah satu pemainnya, tapi itu tak ada hubungannya dengan pemain baik pemain tahun lalu maupun pemain yg sekarang. Kalau mau adil, sangsi seharusnya dijatuhkan hanya pada manajemen bukan pada pemain. Pemotongan 3 poin, merupakan pengebirian terhadap prestasi. Pengenaan sangsi pada pemain atas kesalahan manajemen bisa jadi preseden buruk. Bisa-bisa suatu saat ada team yg dianggap gagal, gara2 manajemen nya korupsi ? Lalu mau kemana prestasi sepak bola kita ?
BalasHapusBkn mslah pantas atw ga,tp kshan MP mas?!
BalasHapusCnth dluar lhat portsmouth(inggrs) manajmen mlakukn plnggran tp pemain n klub jga kna imbas..
Manajmen ma pemain it satu orgnisas mas!
Lo g ad slh st bkn klub no..?!
mohon maaf yah mas admin kabo mania yg bijak..
BalasHapusPSSI bkn menganulir hukuman -3point yang diberikan kepada persikabo..
tetapi PSSI mengundur hukuman -3point itu utk musim depan..
yang jadi pertanyaan knp hukuman -3 point itu diberlakukannya musim depan???knp tdk musim ini???
itu saja yang menjadi pertanyaan masyarakat sepakbola indonesia..khususny divisi utama
HALAH,,,MENTANG2 LU PNDUKUNG PERSIKEBO JADI AJA NGEMENG GITU,,DASAR GOBLOG,,GA MALU APA LU IH,,,AMIT2 DAH,,,,,,,EMANG DASAR PERSIKEBO M GOBLOG........
BalasHapusHaha... Konyol abis.. bakal jd joke of the day nih... Elo admin kebo apa admin liga joss.. Pantesnya lo jadi ketua fifa aja bro.. Ntar lo bikin aturan suka2 elo yah.. Kayak nurdin sama nugraha..
BalasHapusklo mw bqn tulsan blajar dulu bos.jgn nyalahin media yg kata loe nyudutin persikabo,mreka ngomong ky gtu krn ada fakta surat dr fifa,bro.
BalasHapusklo slh trus kga dihukum ntu yg nmnya sportifitas yah????klo mw ngomong jgn cederai sportivitas liat dulu tim u slh pa kga,wat PSMP trus banding ke fifa krn u yg berhak ke delapan besar>
peraturan tetap peraturan...semua tim di dunia mematuhi itu, gak bisa seenaknya aja PSSI menganulir / memajukan / mengundurkan hukuman itu. lebih baik bubar aja kalo ada peraturan tapi gak mau mematuhi, apalagi itu gara2 kesalahan sendiri.
BalasHapusuntuk admin, jangan memandang dari sisi anda sebagai suporter persikabo, pandang dari sisi netral maka anda akan tahu siapa salah dia dihukum. untuk PSMP, maju terus, banding ke FIFA jika PSSI tetap bandel, biar bubar sekalian itu PSSI, diganti organisasi baru, bravo FIFA
@nurdin n nugraha : klo berani, langsung temui kami suporter Indonesia...you merusak sepakbola Indonesia....MUNDUR KALIAN!!!
for defts : semua peraturan bisa di ubah karena peraturan itu tidak mutlak, peraturan Allah SWT lah yang mutlak.
BalasHapussudah bayar denda ke FIFA enak aja nilainya dikurangi 3.memangnya klub klub indonesia pada kaya? jangan samakan klub indonesia dengan di eropa sana. mikir donk loe defts.
sepertinya salah satu suporter kabo mania ada yg comment..dan mengakui jika tim persikabo telah membayar fifa utk menganulir hukumannya..
BalasHapusweleh weleh ko sepakbola bawa2 ALLAH???
ini urusan dunia mas sepakbola jadi ga usah bawa2 ALLAH..
bangga dengan PSMP yang langsung berani mengirim surat protes ke FIFA. kamu yang berhak ke 8 besar. aku arek jawa timur mendukungmu. untuk persikebo jangan merusak otak PSSI, masalahnya sekarang otak orang PSSI sudah pada rusak, dan jangan di rusak lagi. itu cuma alasan PSSI aja atas mundurnya jadwal 8 besar untuk menyelesaikan kasus persikebo, padahal teguran FIFA sudah jelas kalau PSSI berani tambah 3 poin untuk persikebo, bakal dapat sangsi tidak boleh mengikuti kompetisi internasional. malu dong sama rakyat pecinta bola. dan untuk persikebo harus berlapang dada, saya tetap mendo'akan semoga sukses di piala indonesia.
BalasHapusUntuk persikabo, sebaiknya terima saja, dri pada tmbh ribet n ribut. Tp jgn ptah smangat biar gini, tunjukin tahun dpan atau pada piala indonesia bhwa persikabo adalah tim yg hebat libas psmp sbg pertunjukan kmampuan bhwa persikabo lah yg lbih kuat. Bravo persikabo. ... Viking bogor
BalasHapusbwt pengurus PSSI jgn mikirin diri sendiri dengan menerima suap dari persikabo..tp pkirin masa depan sepakbola indonesia..jgn sampai cuma gara2 kasus -3 point persikabo indonesia ga bisa ikut kompetisi taraf international
BalasHapusPERSIBO LOLOS 8 N 16 BESAR
BalasHapusemang bngsat semua lo...
BalasHapuskalo si Kebo ampe Lolos ke 8 besar berarti PSSI dan Pesdepeakbolaan indonesia bakal dapet sangsi dari FIFA,,
BalasHapusMendingan korbanin si Kebo aja laah dari pada ngorbanin Tim2 Liga Indonesia yang laen sama TIMNAS,,
Salut untuk Persikabo yang merasa tidak enak atau "Tidak elok rasanya, mengharapkan teamnya maju, tapi dengan dibantu oleh faktor non teknis"
BalasHapus