Dengan kemenangan tersebut, sementara Persibo tampil sebagai pemuncak klasemen. Victor da Silva dkk berhasil meraup enam poin dari dua kali bertanding. Dengan kemenangan itu, dalam laga terakhir melawan Deltras Minggu (23/5), Persibo dipastikan bermain lebih santai.
Dalam pertandingan tadi malam, kekhawatiran Pelatih Persibo Sartono Anwar akan faktor nonteknis terbukti. Berkali-kali keputusan wasit terlihat sangat merugikan Persibo.
Puncaknya terjadi pada menit ke-78 ketika wasit Tisna Triana (Bandung) memberikan penalti kepada Persidafon. Pemain belakang Persibo Joko Sugiarto dianggap melanggar gelandang Persidafon Lucas Rumkabu.
Kejadian tersebut memancing emosi seluruh pemain dan ofisial Persibo. Menurut mereka, keputusan tersebut tidak masuk akal. Pelanggaran yang dilakukan Sugiarto terjadi di luar kotak penalti. Mereka pun mendatangi wasit. Saling dorong tidak dapat dihindarkan. Wasit Tisna pun sampai jatuh terjengkang.
Dengan sigap, pihak keamanan langsung masuk ke lapangan dan melindungi wasit beserta dua asistennya. Alhasil, pertandingan harus dihentikan selama sepuluh menit. Protes Persibo terhadap wasit akan keputusan itu, tampaknya, diabaikan. Penalti tetap diberikan kepada Persidafon.
Keputusan bijak diambil Persibo. Setelah sempat terlihat akan meninggalkan lapangan pertandingan, mereka berunding dan menerima keputusan penalti tersebut. Tampaknya, faktor dewi fortuna terus memihak Persibo. Gelandang gaek Persidafon Uston Nawawi yang ditunjuk sebagai algojo gagal mengeksekusi penalti. Penjaga gawang Persibo Hery Prasetyo sukses menepis bola tendangan pemain bernomor sembilan itu.
Mantan kiper Jatim di PON 2008 tersebut layak dianugerahi gelar bintang lapangan. Kiper asal Batu, Malang, itu melakukan lima penyelamatan gemilang. ''Ini semua berkat kuasa Allah. Tuhan Mahabesar,'' ujar pelatih Persibo Sartono Anwar penuh emosi seusai pertandingan.
Sementara itu, Pelatih Persidafon Freddy Muli menilai, faktor kelelahan menjadi penyebab kekalahan timnya malam itu. ''Fisik anak-anak kendur. Inilah sepak bola, semua bisa terjadi,'' ucapnya.
Soal wasit yang berat sebelah? ''Ah, sudahlah. Saya tidak mau membicarakan masalah itu,'' papar mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut dengan nada mengecil. Freddy masih berat hati untuk mengakui timnya memang dibantu wasit.
Di sisi lain, jika menilik kualitas pertandingan tanpa melihat faktor wasit, sebenarnya layak dikatakan milik Persibo. Perry Sah Kolie, Abel Cielo, dan Busari tampil prima. Barisan belakang Persidafon yang digalang Sugiantoro terlihat kerap kocar-kacir. ''Anak-anak memang saya instruksi untuk bermain sempurna,'' jelas Sartono.
Persidafon yang secara usia mayoritas pemainnya berada di bawah Persibo terlihat keteteran. Apalagi, pada babak kedua, mereka terlihat tidak bisa mengimbangi pergerakan cepat para pemain Persibo.
''Serangan balik pemain Persibo memang bagus. Mereka punya striker yang cepat dan kuat,'' puji Freddy. (dra/c5/diq/iksan)
Ayo persibo kamu pasti juara liga joss n melangkap k ISL.
BalasHapusForza The "Boro".. ISL Menantimu musim depan...KEEP FIGHT TO BE WINNER..!
BalasHapuswaduh mesake tenan persibo ... pinalti deltras dua duane emang aneh ... itulah indonesia... maju terus persibo ... biasa tuan rumah selalu menang ... apapun lawannya...
BalasHapusSudah cukup kebodohan yang kau buat. Wasit macam apa itu? Semua yang melihat pasti sepakat kalau wasit Iwan Sukoco benar-benar tidak layak memimpin pertandingan. Kemana Boromania harus mengadu? PSSI bak macan ompong!! Apa perlu protes langsung ke FIFA??
BalasHapusWASIT ANJ***!!
PSSI BANG***!!
ersibo memang tidak masuk paketan yang diloloskan ke ISL oleh PSSI. Tetapi dengan semangat,kerja keras,doa dari boromania,dan tentunya kuasa Ilahi tidak ada yang tidak mungkin. Semangat bro...NOTHING IMPOSSIBBLE
BalasHapusBONGKAR MAFIA WASIT....BONGKAR MAFIA PENGATURAN JADWAL,BONGKAR MAFIA DIBALIK PSSI, UNTUK SUPORTER INDONESIA TETAP SEMANGAT....N JANGAN ANARKI...SELALU CINTA DAMAI.....BY egi THE COMMENT (PERSIPURA)
BalasHapus