Senin, 27 September 2010

PSSI ancam coret tim Divisi Utama

JAKARTA - Setelah memastikan 18 tim kontestan Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 yang resmi dimulai Minggu kemarin, PT Liga Indonesia (Liga) selaku pelaksana regulasi kompetisi sepakbola non amatir di tanah air mengalihkan perhatiannya ke Divisi Utama.

Menurut Presiden Direktur PT Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabusalla, pihaknya akan melayangkan surat kepada 39 klub kontestan Divisi Utama demi mengetahui kesediaan mengikuti kompetisi musim ini.

Klub-klub tersebut, kata Andi, akan diberi tenggat atau batas waktu hingga 3 Oktober untuk memberikan jawaban tertulis atas kesediaannya mengikuti kompetisi. Jika tidak, maka klub tersebut akan dicoret dan digantikan peringkat teratas klub Divisi I.

"Ini sengaja kami lakukan, karena pada 5 Oktober akan digelar manager meeting membahas keikutsertaan klub, termasuk pencoretan klub mengikuti kompetisi di luar naungan PSSI," tegas Andi dengan nada mengancam.

Andi menegaskan, PSSI maupun BLI tidak melarang klub yang ingin mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI) yang dideklarasikan beberapa waktu lalu. Hanya saja, klub peserta LPI harus siap menanggung sanksi, yakni pembekuan klub serta pelarangan bagi pengurus dan pemain berkiprah di kompetisi nasional.

Sanksi itu, lanjut Andi, sesuai regulasi yang telah ditetapkan dalam Statuta PSSI dengan mengadopsi Statuta FIFA bahwa hanya ada satu kompetisi yang diakui di tanah air, yaitu yang dilakukan PSSI sebagai federasi resmi karena bernaung di bawah Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dan Asosiasi Sepakbola Internasional (FIFA).

"Keputusan tegas yang akan dilakukan terhadap klub yang ikut kompetisi di luar PSSI akan diambil dalam technical meeting nanti. Jadi silakan saja tim yang mau ikut LPI, tapi klub yang ikut harus rela dicoret untuk diganti klub lain. Masalah pembekuan maupun pencoretan akan diputuskan oleh Komite Eksekutif PSSI," beber Andi.

“Sejauh ini, hanya Persebaya (Surabaya) dan Persitara (Jakarta Utara) yang bersikeras mengikuti LPI, sedangkan PSMS (Medan), PSS (Sleman), PSIS (Semarang), Mitra Kutai Kertanegara dan Semen Padang masih bimbang,” tegasnya.
Sumber : WASPADA ONLINE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Share |